May 25, 2008

Fatwa Dari Hati

Antara sekian banyak hal di dunia ini, perihal hati senantiasa menjadi pendamping jiwa. Pada yang kalah pada tuntutan hati, maka berantakanlah perancangan hidupnya. Jika hati bahagia, maka damailah sebuah kehidupan. Dan lebih ramai yang memiliki hati kepura-puraan.


Betul atau salah, ya ataupun tidak, hati manusia lebih cenderung memilih untuk bersedih. Dengan hanya satu kesedihan sudah cukup menenggelamkan berjuta-juta kebahagiaan yang ada. Mengapa harus bersedih? Kerana sifat hati manusia yang lemah itu tidak pernah kecukupan dan berasa sempurna. Apa yang tiada ingin sekali dipunyai. Sedangkan yang dimiliki pernah membahagiakan jiwa.

Manusia akan kaya sekali andai hatinya juga kaya. Yang membahagiakan hati ialah keyakinan mencukupkan yang sedikit. Hitunglah apa yang sedang dimiliki dan bukannya membilang hal-hal yang tidak dipunyai.

Dalam pada melatih hati bersifat redha, pada akhirnya kesempurnaan jua menjadi destinasi hati. Hati berhak memilih sekian-sekian perkara yang dirasakan menyempurnakan kebaikan hari-hari mendatang. Sekaligus memberi keceriaan pada diri. Mengapa harus begitu sukar menceriakan diri andai senyuman itu tidaklah perlu dibayar dengan harga yang tinggi. Cukup dengan sebuah keyakinan pada Fatwa Dari Hati.


“Mintalah fatwa dari hatimu, kebaikan itu adalah apa-apa yang tenteram pada jiwa dan tenteram pula hati. Dan dosa itu adalah apa-apa yang syak dalam jiwa dan ragu-ragu." (HR Muslim)

Hentian Di Sini

No response to “Fatwa Dari Hati”

Post a Comment

Terima Kasih Untuk Komentar Anda